PENJELASAN INDIKATOR, DATA DAN INFORMASI PANEL HARGA PANGAN (Frequently Asked Questions)

 

A. PENGERTIAN / DEFINISI PANEL HARGA PANGAN

  1. Panel harga pangan adalah kumpulan informasi harga pangan yang terkumpul secara berkala dan subjek tertentu melalui pencatatan berulang.
  2. Data panel adalah penggabungan data yang dikumpulkan melalui pengamatan dan pencatatan secara berkala (time series) dan antar subjek (cross-section) terhadap kumpulan objek.
  3. Harga adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh pembeli untuk mendapatkan produk atau jasa yang dibelinya guna memenuhi kebutuhan.

B. KATEGORI PANEL HARGA PANGAN

Dalam kegiatan Panel Harga Pangan terbagi menjadi 3 jenis data harga, antara lain adalah harga tingkat produsen, pedagang grosir dan pedagang eceran.

  1. PRODUSEN

    Panel Harga Pangan pada tingkat produsen yang diamati meliputi:

    1. Luas Lahan/Sawah Padi, persentase (%) luas panen Padi di kecamatan sentra produksi.
    2. GKP Tingkat Petani, harga di Petani (Rp./Kg)
    3. GKP Tingkat Penggilingan, harga di Penggilingan (Rp./Kg)
    4. GKG Tingkat Penggilingan, harga di Penggilingan (Rp./Kg)
    5. Beras Medium Tingkat Penggilingan, harga di Penggilingan (Rp./Kg)
    6. Beras Premium Tingkat Penggilingan, harga di Penggilingan (Rp./Kg)
    7. Jagung Pipilan Kering, harga di Petani (Rp./Kg)
    8. Kedelai Biji Kering (Lokal), harga di Petani (Rp./Kg)
    9. Bawang Merah, harga di Petani (Rp./Kg)
    10. Cabai Merah Keriting, harga di Petani (Rp./Kg)
    11. Cabai Rawit Merah, harga di Petani (Rp./Kg)
    12. Sapi (Hidup), harga di Peternak (Rp./Kg)
    13. Ayam Ras Pedaging (Hidup), harga di Peternak (Rp./Kg)
    14. Telur Ayam ras, harga di Peternak (Rp./Kg)
    15. Stok GKG Tingkat Penggilingan, stok dalam satuan Kwintal
    16. Stok Beras Tingkat Penggilingan, stok dalam satuan Kwintal

  2. PEDAGANG GROSIR

    Panel Harga Pangan pada tingkat Pedagang Grosir yang diamati meliputi:

    1. Beras Medium, harga di Pedagang Grosir (Rp./Kg)
    2. Beras Premium, harga di Pedagang Grosir (Rp./Kg)
    3. Kedelai Biji Kering (Impor), harga di Pedagang Grosir (Rp./Kg)
    4. Bawang Merah, harga di Pedagang Grosir (Rp./Kg)
    5. Bawang Putih Bonggol, harga di Pedagang Grosir (Rp./Kg)
    6. Cabai Merah Keriting, harga di Pedagang Grosir (Rp./Kg)
    7. Cabai Rawit Merah, harga di Pedagang Grosir (Rp./Kg)
    8. Daging Ayam Ras, harga di Pedagang Grosir (Rp./Kg)
    9. Telur Ayam Ras, harga di Pedagang Grosir (Rp./Kg)
    10. Gula Pasir Lokal, harga di Pedagang Grosir (Rp./Kg)
    11. Minyak Goreng Kemasan Sederhana, harga di Pedagang Grosir (Rp./Liter)
    12. Daging Sapi murni tingkat Pemotong/RPH, harga di RPH (Rp./Kg)

  3. PEDAGANG ECERAN

    Panel Harga Pangan pada tingkat Pedagang Eceran yang diamati meliputi:

    1. Beras Premium, harga di Pedagang Eceran (Rp./Kg)
    2. Beras Medium, harga di Pedagang Eceran (Rp./Kg)
    3. Kedelai Biji Kering (Impor), harga di Pedagang Eceran (Rp./Kg)
    4. Bawang Merah, harga di Pedagang Eceran (Rp./Kg)
    5. Bawang Putih Bonggol, harga di Pedagang Eceran (Rp./Kg)
    6. Cabai Merah Keriting, harga di Pedagang Eceran (Rp./Kg)
    7. Cabai Rawit Merah, harga di Pedagang Eceran (Rp./Kg)
    8. Daging Sapi Murni, harga di Pedagang Eceran (Rp./Kg)
    9. Daging Ayam Ras, harga di Pedagang Eceran (Rp./Kg)
    10. Telur Ayam Ras, harga di Pedagang Eceran (Rp./Kg)
    11. Gula Pasir Lokal, harga di Pedagang Eceran (Rp./Kg)
    12. Minyak Goreng Kemasan Sederhana, harga di Pedagang Eceran (Rp./Liter)
    13. Tepung Terigu Curah, harga di Pedagang Eceran (Rp./Kg)

C. SEBARAN WILAYAH PEMANTAUAN HARGA KOMODITAS PANGAN POKOK/STRATEGIS

D. LOKASI PENGAMBILAN DATA

  1. Penetapan Wilayah Lokasi (Kabupaten/Kota)
    1. Dinas Provinsi menetapkan lokasi kabupaten yang akan melaksanakan pengumpulan data harga pangan baik produsen maupun pedagang.
    2. Penetapan lokasi kabupaten yang melaksanakan pengumpulan harga produsen dilihat berdasarkan tingkat produksi tertinggi yang dikeluarkan oleh BPS atau Dinas Pertanian setempat dalam 3 tahun terakhir pada setiap komoditas yang akan dipantau.
    3. Kabupaten yang tidak termasuk dalam kategori (2) hanya melaksanakan pengumpulan harga pedagang. Dengan kata lain, pengumpulan harga pedagang dilakukan di seluruh Kabuapten/Kota.

  2. Penetapan Lokasi Pengambilan Data
    1. Dinas Provinsi menetapkan pasar grosir dan eceran di ibukota provinsi yang akan melaksanakan pengumpulan harga pedagang di ibukota provinsi. Kriteria pasar yang dipilih adalah pasar grosir dan eceran terbesar yang menjual bahan pangan pokok/strategis dan terletak di ibukota provinsi serta menjadi barometer pembentukan harga.
    2. Dinas Kabupaten/Kota (di luar ibukota provinsi pada poin (1)) menetapkan pasar grosir dan eceran di ibukota kabupaten/kota yang akan melaksanaan pengumpulan harga pedagang di kabupaten/kota. Kriteria pasar yang dipilih adalah pasar grosir dan eceran terbesar yang menjual bahan pangan pokok/strategis dan terletak di ibukota kabupaten/kota yang menjadi barometer pembentukan harga.
    3. Untuk Provinsi yang menghadapi kendala geografis (kepulauan), transportasi dan komunikasi, seperti Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, pelaksanaan pengumpulan harga pedagang dapat menyesuaikan dan diutamakan kabupaten/kota yang lokasinya terdekat dengan ibukota Provinsi.
    4. Dinas Kabupaten menetapkan lokasi pemantauan harga produsen dengan kriteria 2 (dua) kecamatan dengan tingkat produksi atau luas lahan (hamparan) tertinggi di kabupaten tersebut berdasarkan data produksi BPS atau Dinas Pertanian/Peternakan 3 tahun terakhir. Jika di Kecamatan pemantauan sudah tidak ada panen, enumerator tidak diperkenankan pindah lokasi pemantauan.